Minggu, 31 Januari 2016

GERAK PADA TUMBUHAN

GERAK PADA TUMBUHAN


   Berdasarkan factor yang memengaruhinya, gerak pada tumbuhan dibedakan menjado gerak yang tidak diketahui penyebabnya, gerak higroskopis, dan gerak karena pengaruh rangsang dari luar.

1.           Gerak Endonom
               Gerak yang tidak diketahui penyebabnya antara lain, gerakan protoplasma pada sel-sel daun tanaman lidah buaya dan umbi lapis bawang merah yang masih hidup,
gerak kromosom saat membelah, serta gerak ujung batang yang biasanya seperti spiral. Gerak yang tidak dipengaruhi oleh factor luar disebut gerak endonom. Rangsangan yang menyebabkan gerakan ini diduga berasal dari dalam. Adapula yang beraggapan bahwa gerak ini terjadi dengan sendirinya tanpa sebab, oleh karenanya gerak endonom disebut juga gerak autonom atau spontan.

2.           Gerak Higroskopi
               Selain itu adapula gerak tumbuhan yang terjadi karena pengaruh perubahan kadar air, atau karena berkerut dan berkembangnyansel-sel yang tidak marata pada waktu kehilangan atau mendapat air. Gerak yang demikian itu dinamakan gerak higroskopi. Contoh gerak higroskopi antara lain gerak membukanya kotak spora tumbuhan paku oleh annulus, gerak membuka menutupnya kotak spora tuumbuhan lumut oleh peristom, pecahnya buah tumbuhan tertentu {missal:jarak, karet, lamtoro} untuk melemparkan bijinya keluar.

3.           Gerak Etionom
               Gerak karena pengaruh rangsangan dari luar atau disebut gerak etionom. Rangsangan dapat berupa factor fisik, kimia, dan mekanik. Contoh factor fisik misalnya suhu, cahaya, dan gaya gravitasi. Contoh factor mekanik adalah sentuhan dan tiupan angin. Contoh factor kimia adalah kadar glukosa. Gerak etionom dibedakan menjadi tropisme, nasti, dan taksis.
   a.   Tropisme
               Tropisme merupakan gerak tumbuh bagian tumbuhan yang arahnya menjauhi atau mendekati rangsangan. Tropisme positif adalah gerak yang arahnya mendekati rangsangan, sedangkan tropisme negative adalah gerak yang arahnya menjauhi rangsangan. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi sebagai berikut;
1)   Geotropisme    è  jika rangsangannya berupa gravitasi bumi.
2)   Fototropisme   è  jika rangsangannya berupa cahaya.
3)   Hidrotropisme è jika rangsangannya berupa air.
4)   Haptotropisme / tigmotropisme  è jika rangsangannya berupa persinggungan.

   b.   Nasti
               Nasti merupakan gerak bagian tumbuhan karena pengaruh rangasangan dari luar, tetapi gerakan ini tidak mempunyai arah, atau arah gerakan tidak ditentukan oleh posisi rangsangan. Gerakan nasti disebabkan oleh perubahan turgor pada jaringan di persendian daun. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel. Tekanan turgor disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel, sehingga menimbulkan tekanan pada dinding sel. Menurut penyebabnya, nasti dibagi menjadi tigmonasti, epinasti, fotonasti, dan nasti kompleks.
1)   Tigmonasti {seismonasti} è jika rangsangannya berupa sentuhan.
2)   Niktinasti è jika rangsangannya berupa gelap.
3)   Fotonasti è jika rangsangannya berupa cahaya.
4)   Nasti Kompleks è jika disebabkan oeh berbagai rangsangan.

c.   Taksis
   Gerak pindah tempat yang arahnya ditentukan oleh rangsang disebut gerak taksis. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi sebagai berikut;
1)   Fototaksis è jika rangsangannya berupa cahaya.
2)   Kemotaksis è jika rangsangangannya berupa zat kimia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar